Senin, 15 Agustus 2011

Bu Yenti 4

Indahnya orgasme itu, dalam orgasme kita merasakan suatu ekstase yang sangat nikmat sekali, tubuh kita serasa terbang ke langit dan pikiran kita sangat ringan sekali, dunia seakan berputar di sekeliling kita. Orgasme merupakan puncak kenikmatan seks dan akan lebih nikmat jika di dapatkan bersamaa. Kami berdua masih saling memeluk dan penisku yang terjepit menciut, ketika aku merasakan menciut itu, terasa sekali kalo sekalangan kami sangat basah, aku menarik batangku dengan pelan pelan walau tetap saja kesakitan karena kedua paha Bu Yenti menjepitku.

‘Tante Bu Yentiaku .. Tante lonteku .. sayaang “ kubangunkan Bu Yenti yang masih memejamkan matanya dan membuka

“Kamu jahaaat , tante bukan lontemu .. uuuh enak saja sebut tante dengan lonte “ balas Bu Yenti dengan gemas menjambakku.

“Tante Bu Yenti akan selalu mau kuajak begini khan ?” tanyaku

“Kenapa tidak, lha tante sangat puas deh … puas sekali … duuuuuuuuuh .. air manimu nggak umum nih, banyak sekali .. auuuuh … bisa hamil nih aku .. “ ujar Bu Yenti dengan mata berbinar melihat air mani di sprei yang basah itu, belum lagi di penisku itu.

Bu Yenti langsung bangun kemudian menarikku, dari vaginanya masih menetes cairan kental warna putih, malah banyak sekali.

“Yuuk, kita cuci kontolmu dulu .. setelah itu genjot Tante Bu Yenti yaaa “ ajak Bu Yenti tanpa menunggu persetujuanku

“Kenapa nggak tante jilatan saja kontolku…..“ tawarku dengan nakal

“Eh … jilatin ? siapa takut “ ujar Bu Yenti dengan jongkok lalu menjilati penisku dengan rakus, penisku yang berlendir itu dijilati tanpa jijik sama sekali, ditelannya air maniku itu sampai masuk ke tenggorokan, bahkan setengah rakus itu penisku cepat menjadi bersih, malah pelan pelan akibat jilatan itu penisku menjadi naik lagi. Puas membuat penisku bersih kini Bu Yenti langsung meremas penisku dan mengocok pelan sehingga menjadi bangun dan besar lagi

“Kamu tunggu tante nyuci tempek Tante Bu Yenti yaaa .. “ ujar Bu Yenti langsung berdiri dan masuk ke kamar mandi yang ada di kamar itu. Aku hanya geleng geleng saja, tak berapa lama kemudian Bu Yenti keluar dari kamar mandi lalu langsung menaikan kaki kirinya ke ranjang

“Sekarang kamu masukin kontolmu lagi .. Tante Bu Yenti ingin digenjot dalam posisi kesukaan tante ini, ayoo .. keburu merapat lho tempek Tante Bu Yenti “ goda Bu Yenti dengan mengerling genit. Aku menjadi semakin panas, dan langsung memeluk Bu Yenti dan meremas kedua buah dadanya dengan keras

“Aaaaaaaaaauh … masukin .. bukan ngeremes susu tante .. please .. ntar nggak tante kasih goyang hot dangdut dengan bertelanjang lho .. “ ancam Bu Yenti dengan menepis tanganku yang nakal itu.

Aku menurut dan langsung memegang penisku dengan kukocok sebentar agar lebih ngaceng, Bu Yenti memperhatikan batangku yang kukocok dengan menjilati bibirnya, terasa nikmat sekali wanita ini jika disetubuhi. Makanya bagi anda anda segera datang ke rumahnya, akan disuguhi goyangan hot Tante Bu Yenti ini. Habis mengocok penisku, aku kemudian memegang penisku dan kuarahkan ke vagina Bu Yenti yang merekah itu, kali ini tidak sesulit yang pertama

“Sayaaang .. nanti akan kamu tante kasih uang sejuta ya .. sebagai terima kasih mau menggenjot Tante Bu Yenti .. “ ujar Bu Yenti dengan tersenyum

“Kurang Taaan .. tambahin gopek “ balasku dengan menempelkan batangku

“Oke deeeh … okeee “ tukas Bu Yenti dengan memperlebar kakinya agar lebih lapang, kutusuka dengan lebih keras membuat Bu Yenti langsung menjerit.

“Pelaaaaan aaah .. Tante potong seratus ribu .. jadi 14 yaa “

“Duuuuh .. Tante Bu Yenti jahaaat aaah .. dasar pelit .. pelit “ makiku gemas dengan meremas pantatnya sekuatku membuat Bu Yenti langsung tak karuan gerakan badannya

“Kamu yang jahaat .. “ balas Bu Yenti dengan gemas. Bongkahan pantat berisi itu sangat menarik bagiku sehingga aku selalu gemas ingin meremasnya terus, keindahan Bu Yenti terletak pada pantatnya yang berisi ini, buah dadanya juga sebagai penunjang gerakan goyang dangdut Bu Yenti.

Bu Yenti susu besar“Kalo gitu Tante Bu Yenti nggak aku sodok lagi “ ancamku tak terima dengan berhenti menusukan batangku

“Oke deh… maafin Tante Bu Yenti ini yang nakal “ kata Bu Yenti dengan mengalah dan tersenyum nakal

“Kalo gitu … rasaain ini “ ujarku dengan keras menghujamkan batangku dalam dalam dengan keras ke vagina Bu Yenti dan penisku langsung melesak separonya

“Aduuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh …saaakiiiiiiiiit … ampuuuuuuun .. aaaampuuuun … “ jerit Bu Yenti dengan rasa sakit luar biasa kusodok dengan keras

“Dasar wanita tak berterima kasih diberi kepuasan .. malah protess “

Bu Yenti masih meringis dengan membungkuk ke depan, matanya terpejam dan bibirnya digigit dengan keras.

“Sayaaang , jangan gitu lagi aaah … tante kesakitan di tempek tante … “

“Makanya jangan macam macam … pokoknya aku nggak suka .. tante kudenda 200 ribu .. jadi 17 “ ancamku dengan tertawa

“Haaaaaah .. jahat ah kamu … jahat .. gerogoti keuangan rumah tangga Tante Bu Yenti … duh kasihan suami tante yang cari duit .. tapi malah dikasihkan ke selingkuhan Tante Bu Yentiaa “ kata Bu Yenti dengan melenguh

“Pasangan kumpul kebo yang mau menang sendiri … “ makiku lagi dengan menarik pantatku, Bu Yenti lalu menekan ke pahaku agar aku tidak menghujamkan lagi batangku

“Tante hanya kuat maksimal 2 juta sayaang .. tapi kamu nggak bisa lebih dari satu juta tujuh ratus .. kasihani tante donk .. buat beli susu untuk anak tante … kasihan anakku .. “

“Oke deh .. tapi susu tante yang di dada itu menjadi milikku .. aku bebas meremas susu tante dan tante nggak boleh protes … “ kataku dengan kutekan pelan pelan lagi dan penisku kembali masuk lebih dalam walau masih tetap saja sesak, tidak semudah memasukan batangku lebih dalam.

“Iyaaa .. oke deh .. susu tante milik kamu … kamu bebaaaaaaaass ngeremes susu tante … bahkan tempek tante juga milik kamu .. seutuhnya dari pantat dan seluruh kemulusan tubuh Tante Bu Yenti kupersembahkan padamu, sayang, segeralah genjot Tante Bu Yenti sambil susu tante diremes remes dengan keras dan kuat“ kata Bu Yenti, lalu dirinya mendongak merasakan batangku naik ke atas mili demi mili

“Yang jelas aku suka bongkahan pantat Tante Bu Yenti itu .. pantat ini menjadi daerah kekuasaan tanganku, tante .. jadi aku bebas meremas pantat Tante Bu Yenti juga “

“Iyaaaaaaa .. remeslah sesukamu, baik di susu maupun pantat tante .. yaaa … tekan lagi .. Uuuuh .. kontolmu itu .. rasanya hangat sekali di dalam tempek tanteee .. ayooo dorong lagi ke atas” perintah Bu Yenti dengan lebih bersemangat, akupun semakin bersemangat untuk menyetubuhi penyanyi dangdut yang nakal ini. Aku terus mendesakkan batangku ke atas lebih dalam. Dengan kembali kutarik dan kuhujamkan dengan keras membuat Bu Yenti langsung menjerit.

“Aaaaaaaammmm ppuuuuuuuuuuuuuuun “ lenguh Bu Yenti dengan membungkuk

“Rasaain kalo nakaaal .. awas kalo motong bonusku lagi “ kataku dengan gemas dan tak dijawab Bu Yenti, dirinya hanya diam merasakan penisku dengan mengelus elus bagian atas vaginanya yang menggelembung dimasukin penisku.

Belum benar benar merasakan sakitnya aku sodok dengan keras, aku langsung menarik pantatku dan kugenjot dengan pelan pelan, Bu Yenti kemudian membuka matanya

“Yaaa .. pelan pelan .. enaaak .. enaaak … terus sodok “ tukas Bu Yenti dengan tersenyum padaku. Kupeluk dengan merenggangkan pelukanku sehingga pantatku menjadi bebas bergerak menyodoki vaginanya. Bunyi gesekan batangku di vagina Bu Yenti menambah semangatku untuk terus menggenjotnya lebih mantap. Belum lagi tanganku yang memeluk itu, tangan kiriku meremas buah dada sebelah kanan dan tangan sebelah kanan meremas buah dada sebelah kiri dan pelukanku merapat. Kusodok sodok sedikit lebih cepat dan membuat Bu Yenti tak bisa bergerak, hanya kepalanya yang berusaha meronta, kedua tangan Bu Yenti kemudian ditempelkan ke tanganku dan ikut meremas sehingga membuat Bu Yenti semakin melenguh dan merintih

6 “Aaaaaaaaaaaauh …aaah … hhhhhssss … teruuus Han .. teruuus .. tante nggak tahan nih .. auuuuh “ lenguh dan rintih Bu Yenti, badannya tidak bisa bergerak karena kupeluk, kuhujani ciuman dipundaknya dan membuat Bu Yenti menjadi geli, pantatku masih maju mundur dengan mantap.

Menit demi menit kami berpacu, pantat Bu Yenti ikut bergerak mengimbangi sodokanku, bongkahan pantat itu terasa nikmat sekali bertemu dengan selakanganku. Tak terasa sudah lebih sepuluh menit aku menggenjotnya dengan mantap itu. Bu Yenti hanya bisa memejamkan matanya menikmati hujaman batangku.

“Sayaaang , tante sudah nggak tahan nih … ayo genjot lebih cepat “ ujar Bu Yenti ditengah sodokanku yang lancar sekali menggenjot sampai mentok.

Kupercepat sodokanku dan membuat Bu Yenti semakin merintih rintih, kurasakan jepitan vaginanya semakin menyempit, kuhujamkan dengan keras membuat Bu Yenti melenguh dan mendapatkan orgasme, kulepas pelukanku yang meremas buah dadanya itu, Bu Yenti langsung melengkung dengan mendongak.

“Aaaaaaaaaaaah … tanteeeee saaaaaaaaaaaampaaaaaaaaaaaaaaai “ teriak Bu Yenti dengan keras

Dari vaginanya kembali mengucur cairan deras, tubuhnya berkelonjotan dan kupeluk agar tidak melorot, aku merasa memeluk orang yang sangat lemas dan kutahan dengan sekuatku, kucondongkan badannya dengan mencekal ketiaknya lalu menyerongkan agar buah dadanya tidak menekan ke ranjang, kuturunkan pelan dan kaki kirinya menyesuaikan gerakan badanku yang ikut condong dan akhirnya kutindih.

Wajahnya sangat capek dan letih kugenjot, peluhnya berhamburan. Instruktur aerobik ini memang sangat hot sekali. Aku memeluknya dalam posisi tak karuan itu, posisi kaki kirinya menyilang, sedang aku menindih dengan kakiku masih di lantai. Kutunggu dengan sabar dan tak lama kemudian membuka matanya

“Sakit kalo tante ditindih kayak gini “ protes Bu Yenti

Aku langsung mengangkat tubuhku tanpa melepaskan penisku, kemudian Bu Yenti memutarkan kaki kirinya melewati depanku membuat penisku serasa diurut lagi, aku kemudian menindihnya lagi dan Bu Yenti memelukku

“Terima kasih sayaang .. kutambahi seratus ribu ya .. jadi 18 “ ujar Bu Yenti dengan tersenyum

“Oke deh “

“Tapi kudu genjot tante lagi .. tante ingin sekali lagi disemprot dengan air manimu “

“Oke .. Hmm . BH dan CD itu diberikan padaku tante, dibawa pulang ?” tanyaku

“Iya donk .. artinya nanti kalo Tante Bu Yenti datang ke villa atau rumahmu .. Tante Bu Yenti tidak akan memakai bra dan celana dalam, Tante Bu Yenti akan datang mengambil bra dan cd tante .. “

“Kalo bra dan cd itu hilang ?”

“Berarti tante pulang tanpa bra dan cd, tapi ya jangan dihilangin donk “ goda Bu Yenti lagi.

“Tante Bu Yentiaa “ panggilku dengan serak

“Ya sayang .. kamu ganteng“ jawab Bu Yenti dengan mengelus elus pipiku.

“Kenal Nita Thalia ?”

“Kenal .. kenapa ?”

“Aku ingin threesome bersama Nita.. “ kataku mengagetkan Bu Yenti

“Haaaaaaaaaaaaaah “ pekik Bu Yenti dengan kaget dan menarik kepalaku.

“Kenapa ?”

“Kamu kok malah nyari nyari yang lain .. nggak gampang naklukin dia.. judes dan galak “ ujar Bu Yenti dengan raut muka masih belum penuh atas keterkejutannya.

“Kalo gitu nggak boleh datang ke villa atau rumahku ambil bra dan cd Tante Bu Yentiaaaaa” ancamku

“Aaaaaaaaaaaaaaah .. kamu jahat siih … jahaat .. “ ujar Bu Yenti dengan kecewa

“Oke deh .. pilihan terserah tante .. berani motong bonus awas “

“Oke .. tante usahakan .. kalo gagal kamu nggak boleh protes sayang “ ujar Bu Yenti dengan kembali mengelus elus pipiku lagi kemudian menjawil pipiku dengan gemas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar