Rabu, 17 Agustus 2011

Perempuan Desa 3

Ini barangkali adalah kelanjutan dari kisahku di desa cirengkek. Setelah hamoir tiap malam aku selau meinmati para wanita di desa ini. Aku maulai berp[ikir untuk membuat sesuatu yang hebat. Kebetulan tabunganku telah terkumpul banyak dan cukup untuk membanguns ebuah puri. Akupun telah mendapatka apa yang aku inginkan, yaitu sebuah puri yang terpencil yang akan aku gunakan untuk suatu rencana besarku. Aku punya rencana untuk mengumpulkan para ibu-ibu di desa ini untuk aku ikut sertakan dalam sebuah pesta dengan nuansa seks yang kental.
Maungkin ini adalah rencana paling gila, tapi mau bagaimana lagi aku sangat menginginkan suatu tempat dimana ada banyak wanita, apalagi yang telah bersuami berkumpul bersama untuk melayaniku. Singkat aja, aku mengundang bu Mimin selaku istri lurah dan ketua ibu-ibu pkk kerumahaku. Kemudian aku jelaskan padanya mengenai rencanaku. Aku sempat ditentang karena menutunya hal tersebut ga bakalan mungkin bisa dilaksanakan. Tapi mencoba meyakinkannya hingga akhirnya dia mau mengikutu rencana yang aku buat matang-matang itu. Setelah bu Mimin mengerti benar apa rencanaku, kemudian kami mulai bergerak dan bekerja dibantu Een dan Ida yang telah aku beritahu pula. Mereka menyebarkan undangan yang diperuntukan untuk ibu-ibu yang telah memiliki anak. Aku sengaja merancangnya demikian supaya suami mereka tidak curiga dan memperbolehkan mereka mengikutinya. Akupun memberikan temanya adalah tentang ibu dan anak agar terkesan sangat penting bagi ibu-ibu sehingga banyak yang menghadiri. Didukukng oleh bu Mimin selaku ketua dan mengatasnamakan PKK, hari itu pun tiba dengan dihadiri sekitar 30-40 ibu-ibu  dari mulai berusia 25-55 pun ada.
Jarak antara puriku denagn tempat lain dan pemukiman warga memang jauh , sekitar 4-5 kilometer. Sehingga apapun yang kami lakukan tidak akan ada yang tahu ataupun terganggu. Hari itu pukul 9 pagi mereka aku kumpulkan di sebuah ruangan yang cukup luas dan disediakan tempat dudukl. Kemudian Een dan Mimin mengatur mereka sementara Ida menyiapkan sebuah film yang akan kami putar lewat layar lebar. Sebelumnya aku sempat berpidato mengenai seputar seks dan yang terkait dengannya. Terlihat ibu-ibu itu sedikit heran dan kebingungan. Tapi bu Mimin berhasil meyakinkan mereka bahwa hal ini penting bagi mereak. Beberapa lama kemudian aku putar kan sebuah film porno luar negeri dan dalam negeri selama hampir 2 jam. Terlihat mereka yang tadinya kaget mulai asik menonto film yang aku puter itu. Ada yang terdiam, ada juga yang tangannya berkrliaran, ada banyak ibu-ibu yang masturbasi. Mungkin mereka baru kali ini menonton film porno, apalagi beramai-ramai srperti ini. Sementara itu een, ida, dan mimin mengganti busana denagn hanya mengenakan kain tipis tanpa cd dan bh, sehingga terlihat samar-samar memek dan toket mereka, lalu mereka menampakkan diri ke hadapan para ibu-ibu itu. Mereka kaget karena melihat ketiga wanita budak nafsuku itu setengah telanjang. Lalu aku menyusul mereka yang juga hanya menggunakan cd saja. Para ibu-ibu semakin  kaget dan heran dengan yang terjadi disini.
Kemudian aku mulai berpidato dan menjelaskan maksud dan tujuanku yaitu ingin mendirikan sebuah wilayah khusus para wanita yang telah bersuami yang ingin menikmati sensani seks bersama diriku, aku juga menjelaskan bahwa program ini tidak memaksa. Dan ternyata mereka muali tertarik. Kemudia Een menghampiri seorang ibu-ibu yang kira-kira berumur 35 tahun dan menuntunnya kepadaku. Wanita itu sempat menolak tapi mau juga. Lalu aku buka cd ku dan kuperlihatkan pada ibu-ibu itu. Sementara een membujuk ibu tadi untukmelepas pakaiannya. Beberapa lama kemudian ibu itu sudah telanjang bulat seraya disoraki sama ibu-ibu lain. Kemudian aku dekati dia dan aku lagsung mebaringkannya diatas kasur yang disediakan. Lalu aku menindih dan menciumi wajah dan seluruh badannya. Ibu-ibu yang lain teroukau melihatku mencumbu ibu tadi. Kamipun bersenggama dengan disaksikan puluhan ibu-ibu. Ibu yang aku cumbu rupanya menikamtai, karena desahannya sangat keras membuat ibu-ibu yang lainnya seperti penasaran dan ingin mencobanya. Setelah aku selesai dengan ibu itu, kemudian aku menawarkan bagi siapapun yang ingin mencoba dipersilahkan, kemudian banyak ibu-ibu yang mengacungkan tangannya ingin mencoba sensasiku. Kemudian aku atur mereka sehinnga kami salaing bergantinan melakukan hubungan seks itu. Hari itu aku menjalankan rencanaku denagn sukses dan aku juag meraskan 14 vagina ibu-ibu yang hadir dalam sehari itu.
Setelah hari mulai sore aku menuntaskan kegiatan kami dan melanjutkannya 3 hari kemudian.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar