Rabu, 17 Agustus 2011

Juleha 1

Aku tak menyangka jika kedatangan calon tetangga satu ini membuatku tak habis pikir, padahal aku mengenal baru semalam, namun pagi ini sudah menyetubuhi diriku, tanpa tanggung tanggung, aku diperdaya di kantorku sendiri, aku ditelanjangi, dioral memekku, dipaksa mengemut kontolnya yang besar, lalu aku dikontoli, dikawini dengan cara sangat kurang ajar. Bahkan malah lelaki muda ini menyemburkan sperma dalam memekku menembak ke rahimku, Ya ampuuuuuuuuun .. kenapa nasibku jadi seperti ini. Aku Juleha alias Inong Juleha, Senior Manager Relationship Citikomplek Land Mark Jakarta, aku merasakan diriku benar benar hancur, aku merasa kehormatanku sebagai wanita dicoreng, aku selalu menjaga wibawa, walau aku selingkuh namun aku tidak sevulgar apa yang dilakukan oleh tetanggaku itu.

Kurasakan memekku sakit, kontol besar itu sesak dalam memekku, kontolnya lebih besar dari kepunyaan Andhikaku . kurasakan kontol Andhika kok tidak ada apa apanya ya .. pikirku ngeres. Aku lunglai lemas tak berdaya di kursi kerjaku, kurasakan memekku masih basah, aku sudah tidak memakai celana dalam. Sial bagiku, lelaki itu pintar sekali mempermainkan aku, kuusap mukaku, kuambil ambil tissue kemudian aku mematut diriku dengan alat rias di dalam laciku, kupatut diriku di depan cermin kecil itu. Aku malu luar biasa, jika rapat nanti aku tidak memakai celana dalam dan bra, mau ditaruh di mana mukaku. Maka aku berpura pura sakit saja .. tidak usah mengaku memekku sakit, namun ketika aku hendak berdiri, kurasakan memekku sakit. Uuuh .. kurang ajar Burhan itu, menggenjot memekku dengan keras. Aku kembali duduk dan mengebel manager lain kalo aku tidak ikut rapat karena tidak enak badan.

Lepas itu aku bereskan alat alat kerjaku, tapi .. tapi .. nanti malam lelaki itu akan datang lagi, waduuh .. aku tidak mau .. aku tidak sudi dikawini bangsat itu .. tapi .. kontolnya kok enaak yaa .. Duuh .. bukan Juleha namanya kalo tidak doyan kontol, batinku berteriak. Andhika Gumilang selalu memuaskan hasratku sampai kubelikan mobil, tapi kali ini aku menjadi berpikir ulang, kontol Burhan lebih mantap, genjotannya bervariasi, dan tidak kemaruk seperti Andhika, habis kawin denganku minta ini minta itu. Sebal aku sama Andhika itu, tapi .. tidak mungkin aaah aku selingkuh dengan Burhan, aku memutuskan seminim mungkin bertemu dengannya, kalo pun bertemu harus tempat terbuka.

Lepas aku disetubuhi di kantorku oleh Burhan, aku tiduran di kursiku, aku menolak menerima tamu, aku kemudian keluar dari kantorku, namun aku terkejut ketika di parkiran kalo aku diejek oleh Burhan yang mengatakan aku lebih oke tanpa celdam. Bangsat lelaki itu .. huuh .. tidak sudi diajak begituan lagi.

Aku pulang ke rumah Tebet dengan hati jengkel, sakit hati, diperdaya oleh tetanggaku. Baru kali ini aku diperlakukan dengan tidak hormat, diajak kawin di kantorku. Baaaaaah ! kenapa jadi begini.

Aku sampai ke rumah langsung istirahat, pembantuku memijatku yang suntuk sampai sandaran di sofa. Mendadak telepon berdiri, pembantu beranjak dan mengangkat telepon.

“Halooo selamat malam .. “ sapa pembantuku bernama Ayu itu.

“Malam juga .. bisa bicara dengan Ibu Juleha “ tanya suara di seberang sana yang kudengar dengan jelas.

“Dari siapa pak ?”

“Dari tetangga tadi pagi .. “ sahut suara itu, aku seakan emosiku meluap.

“Bangsaaaat “ makiku kesal, pikiranku melayang di mana aku disetubuhi dua kali, malam ini lelaki itu akan datang menyetubuhiku lagi, tak akan kubiarkan dia datang.

“Sebentar yaa “ sahut Ayu dan berbicara padaku sambil menutup bagian mikropon telepon itu

“Ngakunya dari tetangga yang datang tadi pagi Bu “

“Jawab belum pulang “ ucapku dengan ketus sambil menyibakan rambutku yang kusemir pirang itu.

Ayu pun menjawab telepon itu, aku semakin kesal, memekku masih sakit dikontoli kontol besar itu, jelas aku tidak sanggup malam ini kawin lagi, aku tidak mau kawin dengan lelaki itu lagi. Bahkan Adhika yang mau datang kutolak dengan berbagai alasan, palingan anak itu juga ngajak kawin, aku malah milih kontolnya Burhan saja, tapi hatiku masih kesal akan perlakuan yang to the point itu, aku menjadi bingung sendiri, mana milih kontol, kontol Andhika kah atau kontol Burhan, tapi tidak untuk malam ini, padahal besok sore aku harus datang ke tempat Burhan, aku diminta harus datang untuk dikontoli lagi. Waduuuh .. siaaal aaaaaaaaaaah !

Namun kemudian MMS masuk ke Blackberryku, sejenak kutatap layar itu, ada kiriman semacam video, aku penasaran dan kubuka MMS itu, aku sampai shock, di mana aku sedang disetubuhi oleh Burhan. Ada cuplikan semua adegan mesumku, ketika aku mengemut kontolnya, dicoblos memekku sampai susuku menjepit kontol itu.

“Ya aaaampuun .. dari mana dia bisa merekaam .. bangsaat “ ucapku dengan nada kesal nan marah. Aku menjadi shock, karena MMS itu juga menyertakan ancaman yang membuatku menjadi takut

“Kalo tidak mengijinkan aku datang .. besok pagi akan ada berita heboh di kantor citikomplek .. akan kusebar video itu, bahwa Senior Manager Relation Citikomplek Land Mark mendapatkan tetangga dengan menawarkan seks, jadilah tetangga .. nikmati managernya yang cantik, seksi montok, memeknya sempit dan bersusu besar”

Aku stress luar biasa malam ini., aku hampir mau menangis, malam ini akan menjadi malam yang panjang bagiku, aku akan dikawini, diewe, dientoti, dikontoli, dispermain. Memekku bakalan dicoblos coblos lagi oleh kontol Burhan. Duuuuh ! aku sudah capek dan lemas, masih saja lelaki itu mengejarku

Kudiamkan MMS itu sebentar, menolak adalah resiko yang paling besar, jabatanku akan lepas dan aku bisa dipecat, apalagi aku menggelapkan data tetangga yang jumlahnya milyaran.

Kuputuskan malam ini, aku menyerahkan diriku bulat bulat pada lelaki itu, aku menyerah, tak ada cara lain keluar dari kemelut seksku ini, di satu sisi aku doyan seks namun jika tidak mood aku menjadi malas, namun malam ini aku tidak mood tapi diajak kawin sama bangsat itu.

“Baiklah .. Juleha .. Senior Manager Relationship Citikomplek ini menjadi milikmu seutuhnya .. perlakukan aku bak istri, jangan anggap aku pelacur .. kamu boleh datang, setubuhi aku sepuasmu, tapi jangan sebarkan video itu, akan kulayani kamu dengan segenap jiwa dan ragaku jika aku mampu mengimbangimu .. ayolah kontol .. datanglah .. coblos memek Juleha ini dengan kontol besarmu “ kukirimkan sms itu dengan perasaan galau nan bingung. Kemudian aku membuang handphoneku.

Kupanggil Ayu satu satunya pembantuku, kuberikan kunci mobil kijangku, Ayu memang bisa menyetir

“Yu .. kamu nginap di rumah villa yaa .. aku ingin sendiri malam ini .. lagi suntuk “ kataku dengan datar.

“Baik Bu .. apa Ibu Mel tidak repot ?”

“Ndak kok “ kataku dengan tersenyum hambar.

Ayu langsung ke kamarnya dan kemudian keluar rumah, aku pun duduk kembali di kursiku, menunggu Burhan datang, sejam rasanya lama sekali, dan aku tidak menyangka kalo tiba tiba ada motor Tiger masuk ke halaman rumahku yang gerbangnya terbuka, aku deg degan, malam ini malam terpanjang dalam sejarah hidupku, aku menjadi wanita yang sudah pasrah, biasanya aku suka memperdaya lelaki, kini gantian aku diperdaya lelaki.

Sejenak aku berpikir positif

“Kontolnya besar .. genjotannya mantap .. tenaganya kuat .. spermanya banyak .. aaah .. akan kunikmati malam ini bersama lelaki itu .. aku sudah pasrah mau diapain .. aku tak akan protes, akan kuemut kontolnya, akan kujilati kontol besarnya itu " ucapku dengan tersenyum.

Lelaki itu mencopot helmnya kemudian menutup gerbang dan gembok yang terpasang itu langsung dikancingkan, Burhan masuk ke dalam dan aku menyambutnya dengan tersenyum

“Malam Tante Juleha “ sapa Burhan dengan tersenyum sambil menatap ke susu besarku

“Malam, suamiku sayang “ ucapku dengan nada sopan agar aku tidak dilukai.

Burhan memelukku, kali ini Burhan tidak seagresif tadi pagi, memelukku dan mengelus elus rambutku, mencium keningku dengan penuh rasa, aku menjadi tenang, namun aku masih khawatir.

inong_e Aku heran, lelaki ini tenang sekali, tidak tergesa gesa merangsangku malah duduk dengan tersenyum padaku, aku menjadi gugup menghadapi Burhan, aku pun duduk di sampingnya, kubuka belahan dadaku yang besar itu.

“Tolong ya Haan .. jangan sebarkan video itu .. Tante malu donk .. masak kamu nyebarin video suami istri sedang kawin itu .. itu kamu saja sama melukai istrimu “ pintaku dengan nada sehalus mungkin padanya.

Burhan membuka tasnya dan mengeluarkan netbooknya, lalu menyulut rokok, aku pun ditawarkan rokok, kuterima tawaran itu, Burhan kemudian membuka netbooknya, tanpa permisi menyetel video adegan kawin kami tadi pagi itu, aku sampai tersenyum

“Sudahlah sayaang .. malam ini Juleha menjadi istrimu .. sebagai seorang istri tugasnya melayani sang suami .. puaskan malam ini istrimu .. hamili sekalian yaa . “ ajakku dengan nada penuh harap, malam ini aku harus mencoba betinggal sama, bermain seks liar bukan kesenanganku walau aku kadang ingin melakukan itu.

Lama juga video itu berputar, resolusinya tinggi sekelas DVD. Aku dipeluknya kemudian cium pipiku, aku hendak memagut bibirnya namun Burhan menolak

“Gimana nih .. kok malah nolak “

“Tante Juleha harus merayuku agar aku bisa ke kamar .. males dah dapat istri kok kayak ayam .. langsung minta kawin “ elak Burhan membuatku sampai memerah

“Ya ampun “ sahutku dengan terkejut.

“Masak istrimu disuruh merayu rayu, termehek mehek minta kawin “ sungutku namun aku kemudian tergelak, malam ini Burhan terlihat beda, jika tadi pagi begitu liar namun malam ini benar benar romantis, candaan soal seks membuatku semakin bergairah untuk mengarungi samudera cinta, aku menjadi takjub, seolah aku berubah total malam ini, baru kali ini aku diperlakukan bak wanita, bak istri yang setia. Nada bicaranya beda sekali, tenang, teduh, tak sadar aku menyenderkan kepalaku di dadanya, Burhan mengelus elus lenganku, tidak langsung meremas buah dadaku yang besar.

“Aaaah .. aku sebenarnya beruntung .. firasatku malam ini aku benar benar bak pengantin baru yang menghadapi malam pertama .. akan kulayani lelaki ini dengan penuh cinta .. penuh kenikmatan .. selamat datang kontolku, sayaang .. kontolmu bebas mencoblos memekku “ batinku berkata kata dengan penuh makna, aku siap kawin malam ini dengan tetanggaku.

Tunggulah ceritaku bersama “suami'” baruku, akan kuceritakan pengalamanku bercinta, bersetubuh bersama tetanggaku ini. Aku merintih rintih, mengerang erang, melenguh lenguh, ditindih, menindih, digeluti, diremas remas susuku, memekku dicoblos coblos kontol tetanggaku yang malam ini kuanggap sebagai seorang suami sampai subuh, bahkan aku sampai tidak masuk kerja, bahkan sorenya aku pun diajak kawin lagi dan aku diantar ke Cengkareng untuk berangkat ke Singapore, aku menjadi ketagihan kontolnya. Aku bertekuk lutut padanya. Aku menyerahkan diriku bulat bulat padanya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar