Rabu, 17 Agustus 2011

Juleha 3

Kuceritakan pengalamanku sebagai seorang ibu-ibu perumahan, aku Juleha alias Inong Juleha, yang sudah bertahun tahun betinggal di sebuah perumahan asing, namun aku justru mendapatkan pengalaman luar biasa soal kontol ini. Ini adalah nasabahku yang paling nakal, jorok, vulgar, suka nakal menyelinapkan tangannya ke memekku ketika sedang berdua, hanya saja jarang meremas buah dadaku, entah karena bosen atau apa, namun kenakalan lelaki ini semakin hari semakin membuatku gemas, suka meremas bokongku sembarangan, ketika aku bertemu dengannya di kantor dan ada atasanku, ketika atasanku membelakangi aku, Burhan sempat sempatnya memeras pantatku, aku hanya tersenyum saja akan kenakalannya, beda dengan Andhika yang kaku, hanya berani di ranjang, tapi di luar bak penakut. Malam ini aku mau kawin dengan nasabahku ini, aku benar benar dibuat tidak mampu menahan nafsuku, karena kontolnya yang besar itu selalu membuat otakku ngeres terus, isi otakku bukan soal petinggalan, tapi kontol, dalam betinggal pun, aku masih ada pikiran ngeres, pengin kawin sama nasabahku ini. Aku tidak sampai hati mengambil ktpnya. Sejak malam itulah aku resmi menjadi “istrinya”. Burhan rajin datang ke rumahku ngajak kawin, dan aku tidak pernah menolak. Ketika dia datang mengajak kawin, aku langsung saja membuka celana dalamku. Baiklah kita lanjut cerita selingkuhku, cerita ketika aku sedang kawin di atas tempat tidurku.

Aku sendiri sebenarnya tidak tahan akan pandangan mataku pada kontolnya, kontol besar itu membuatku sampai ingin segera aku kawin, kupegang kontol besar itu dan kuelus elus bagian kepalanya itu, Burhan memandangku dengan tersenyum, kemudian pandangan matanya turun ke dadaku, kemudian perut dan akhirnya di memekku, tangan kanannya mengelus elus pahaku yang berisi itu.

“Uuuh .. Tante Juleha ndak sabar yaa .. ingin segera kawin deh “ rajukku manja sambil bermain dengan kontolnya, kuemut dengan rakus sambil membungkuk, sedang Burhan mendongak merasakan emutanku, kontolnya yang besar itu membuatku tidak tahan lagi. Kujilati kontolnya dengan rakus

“Ooh . Tanteeeeee aaaaaaaaah .. nakaaaaaaaaal “ seru Burhan merasakan emutanku pada kontolnya itu.

“Boleh ndak sayaang .. Tante Juleha minta langsung kawin .. nggak kuat nih .. aduuh Han … Burhan sayaang .. kontolku sayaaang .. langsung kawin saja yaaa .. “ rengekku yang membuat Burhan hanya tersenyum saja

“Lha tadi nolak nolak .. sekarang kok minta dengan termehek mehek “ ejek Burhan dengan mengelus elus pahaku naik dan meremas buah dadaku itu, tangannya tidak sangkup memegang keseluruhan lingkaran buah dadaku yang besar itu.

“Aduuh .. sayaang .. maafin Tante Juleha yaa .. istrimu benar benar ndak tahan pengin kawin .. kangen sama sodokan dan genjotanmu .. Tante Juleha ingin menggenjot .. ndak adil aaah .. kamu tadi pagi genjot Tante Julehaaa .. sekarang Tante Juleha yang menggenjot yaaa “ rengekku lagi dengan wajah memelas. Aku jujur, aku tidak tahan, memekku sudah basah tak karuan sampai aku menepok nepok memekku sendiri

“Nih lihaaaaaat ! memek Tante Juleha dah basaaaaaaah .. kudu dicoblos duluan sama kontolmu .. boleh ya kontol ?” rengekku dengan gaya manja.

“Awas kalo besok besok ndak mau kuajak .. sebal sama Tante Juleha .. nolak nolak tapi akhirnya paling mau “ ledek Burhan membuatku sampai bersikap manis dan tersenyum

“Tante Juleha bersumpah sudah menjadi milikmu .. kapan saja kamu datang, silakan kawinin Tante Juleha, mau di kamar, di tempat tidur, di dapur, di rktp tamu, di taman … pokoknya kamu harus mengawini Tante Juleha di mana mana .. kontolmu membuat Tante Juleha nggak tahaan .. apa saja akan Tante Juleha belikan .. asal kamu rajin mencoblos memek Tante .. gimana sayaang .. ayo deh kontol, ijinkan Tante Juleha memasukan kontolmu untuk kawin dengan memek Tante “ pintaku dengan wajah sangat memelas, aku benar benar sudah tidak tahan lagi memekku dicoblos kontol besar itu.

Aku tidak tahan dan tidak mau menunggu, aku langsung mengangkat selakanganku dan mengarahkan memekku ke kontol besar itu, aku merasa sudah tidak kuat menahan nafsuku, tidak tahan merasakan kehangatan kontol yang sejak aku menari bugil hanya bisa menatapnya. Gila .. sedang Burhan tahan banget dan menggodaku dengan gaya nakalnya.

“Eit … tunggu Tan .. benar Tante Juleha menjadi milikku ?” tanya Burhan, aku pun tersenyum padanya.

Aku urung menekan kepala kontol besar itu dan kemudian menatapnya dengan tersenyum

“Pegang kata kata Tante Juleha .. kau adalah lelaki yang membuat memek Tante gatal pengin dikawini .. boleh saja ewe Tante di kantor .. tapi kita atur atur kalo kawin di kantor yaa “ ujarku tersenyum, aku menjadi ketagihan seks, sebelumnya aku tidak seperti ini, namun sekarang aku menjadi berubah total, kontolnya yang besar itu membuatku tidak tahan lagi.

“Kawin dulu, ya sayaang .. ndak tahaaan nih . pleaseeee .. kamu diam sajaa .. biar Tante Juleha yang genjotin kontolmu, ewein kontolmuu “ ujarku tidak tahan lagi, aku tidak perduli memekku dioral apa tidak, pokoknya aku ingin menjepit kontol itu dalam memekku.

lonte inong Juleha Malam itu aku bersamanya bak pengantin baru, aku merasakan indahnya apa sebenarnya dari kawin itu, kawin antara kontol lelaki yang kududuki itu dengan memekku yang sudah basah tak karuan. Aku menggigit bibirku sebelum aku menatap ke kontol yang kupegang itu, bakalan sesak dan seret jika aku tidak dioral, namun aku tidak perduli, aku tidak tahan, kontolnya yang ngacen itu membuatku ingin cepat cepat menenggalamkan, menjadi satu tubuh dalam samudera birahi, hasratku menggebu ebu, nafsuku menggelegak.

Kutarik nafas kuat kuat, kutahan rasa sakit jika memekku dicoblos kontol besar itu, kktpkat kembali selakanganku, kutersenyum padanya sambil menekan ke dadanya.

“Tahan ya, kontol .. Tante Melind ingin merasakan hangatnya kontolmuu “

“Kalo teriak yang keras, bilang kontol “

“IYAAA KONTOOOOOOOOOOOL “ teriakku dengan penuh rasa mengatakan kontol dengan keras itu.

Burhan tersenyum padaku, kurapikan kedua kakiku untuk pasang kuda kuda, aku siap dicoblos memekku lagi. Perlahan kutekan kepala kontol itu

“Uuuuuuuuuuuuh .. keras, sayaaang .. duuh .. kontolmu, sayaaang aaaaaaaaah . bikin Tante berpikir ngeres teruuuuuuuuuuus .. mikirin kontolmu muluuuuuuu .. uuuh, sayaaang aaaaaaaaaaah .. aduuuh .. mmmmmmmmmmmmmmhhh … “ aku melenguh merasakan kontol itu perlahan lahan masuk dalam memekku, terasa pelan dan seret walaupun sudah kuemut dan kujilati kontol itu.

Aku sampai menggeleng gelengkan kepalaku merasakan sakitnya memekku yang seret itu tertusuk benda keras nan lentur, rasanya tak bisa kulukiskan, sepanjang aku menikah, baru kali ini merasakan benar benar nikmatnya kawin, kontol besar itu membuatku mabuk kepayang. Duuh .. kenapa aku menolak nolak awalnya, namun aku akhirnya juga malah mengejar ngejar kontol ini.

“Pelaaaaaaaaan Tante aaaaaaaaaaaah .. meemeek Tante sesaaaaaaaak .. ayoo Tante .. pelan sajaaa .. nikmati kontolkuuu “ sahut Burhan sambil memegang buah dadaku, kubusungkan, kurasakan remasan tangan Burhan nan nakal itu di buah dadaku yang besar.

Kulihat kontol itu memang mulai masuk, tapi dengan susah payah, benar benar membuat memekku sakit, namun rasa sakit itu cepat berganti dengan kenikmatan, seperti rasanya dibor, memekku dibor oleh kontol besarnya.

Kutatap lagi kontol itu dengan mataku tanpa berkedip, kurasakan kehangatan kontol itu

“Sayaaaaaaaang aaaaaaaaaaaaaaauh ssssssssssssssssssshhh sssssssssssssssshh hhh ..mmmmmmmmmmhh ..eeeeeeeeeeegggh ..aaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrggh … duuuh .. sayaaaaaang aaaaaaaaaah .. ndaaak kuaaat nih aaaaaaaah .. bantu tanteeeeee donk “ lenguhku yang susah payah karena Burhan hanya diam saja. Aku benar benar ditinggali

“Biarin .. ngebet amat minta kawin tanpa foreplay “ ejek Burhan membuatku senewen sehingga aku langsung saja menekan sekuatku sambil berteriak kuat

“KOOOOOOOOOOOONTOOOOOOOOOOOOOOL “ teriakku keras membuat serktpan kamarku bergaung.

Aku sampai ngos ngosan, kontol itu belum masuk sampai separo sudah membuatku ngos ngosan. Kontol itu sesak sekali, memekku juga seret, namun aku terus bertahan, bertahan demi nikmatnya kontol itu.

“Uuuh Tante Juleha .. aaaaaaaaaaaah .. teruus deh sayaang .. ayo Tante .. nikmati kontolku .. aku diam ya Tante .. itu tugas tante menyenangkan aku “ ejek Burhan dengan tersenyum sambil merem melek kemudian

“Awas kau, kontol .. istrimu lagi pengin kawin malah kamu cuek gitu sih … payaah “ sungutku dengan naik dan menekan lagi

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaauh “ jerit kami merasakan gesekan alat kelamin kami itu, aku benar benar tidak tahan, kontolnya mulai lebih hangat.

Kurasakan tubuhku semakin penuh dengan keringat, kusibakan rambutku ke belakang dan kemudian menatapnya tersenyum padanya, aku kemudian memajukan tanganku, mengangkat tubuhku agar bisa mirin di atas dadanya

“Rasakan jepitan memek Tante Julehamu … enaknya kontolmu, sayaaaang “ seringaiku sambil mendekatkan dadaku sehingga buah dadaku yang besar itu menjadi santapan empuk lelaki yang kududuki selakanganku.

“Tante Juleha sudah milikmuuu .. ayoo deeh .. “

“Eh .. Tante Juleha sedang apa sih ?” goda Burhan membuat tergelak.

“Haiyaah .. kita lagi kawin sayaaaaaaaaaaang “ jawabku dengan tersipu sipu malu

“Kawin itu apa sih ?” kejar Burhan lagi

“Kawin itu, kontol sama memek jadi satu .. memek ditusuk kontol .. “ balasku dengan vulgar.

“Terus kalo kontolku dah masuk meme Tante Juleha … terus diapaain ?” sekali lagi lelaki ini menggodaku, kurang ajar betul, aku lagi enak enaknya merasakan kontol malah digoda terus, namun aku senang, lelaki ini benar benar membuatku mabuk kepayang, aah .. kupikir .. akan kusingkirkan Andhikaku .. lelaki ini lebih dewasa, lebih memuaskan aku di banding bocah itu.

“Ya diewe donk “ jawabku ngasal

“Ewe itu apa sih “

“Sudaaaaaah .. sudaaaaaah .. kamu bikin Tante Juleha makin tidak taaahaaaaaan .. ini belum menggenjot tante sudah tidak kaaruan rasanya .. duuuh .. “ keluhku dengan berusaha menjebol memekku dengan kontolnya itu.

Kurasakan kontol itu perlahan lahan melesak lebih dalam sampai aku merem, aku naik turun dengan cara miring karena aku hampir membungkuk di atas dada Burhan, kurasakan sejenak kontol itu dalam memekku, kurasakan kontol itu seakan tertarik ke dalam, aku menarik selakanganku, kuhujamkan dalam dalam kontol itu sampai kami melenguh tak karuan

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaauhaaaaaaaaaaaah .. KOOOOOOOOONTOOOOL .. KONTOOL “ teriakku tidak kuat lagi, Burhan sendiri juga tak kalah melenguh, kakinya terlihat gemetar merasakan jepitan memekku itu.

“Kamuu aaah .. enaaak ya kontol ?” tanyaku

inong Juleha yang doyan kontol “Iyaa Taaaaaaaaan ..aduuh .. Tante Juleha naaaaaaaaaaaaaakaaaaaaal “ sahut Burhan membuatku menjadi merem melek menikmati kedutan demi kedutan memekku yang hangat itu, kutatap sebentar e bawah, kulihat bagian memekku menggelembung lebih besar, jepitan memekku terlihat meremas gemas kontolnya, aku sampai nggak tahan lagi, maka aku langsung bergerak menggenjot pelan pelan, buah dadaku sampai ikut tergoncang goncang

“Ooh … enaknya KONTOL .. enaknya kawin .. sayaang aaaah .. enaaaknya diewe kaaamuu .. sayaang .. aaaah .. biar tante yang geraaaaak .. aduuuh …mmmmmmmmmmmmhh .. nikmat bangeeeeeet aooooooooooh .aaaaaaaaaaaaw .. aaaaaaaaaarggh ..ngggggrhhhhhhhh .. huuuuuuuuuuuh .. “ lenguhku sambil menggeleng geleng sehingga rambutku yang pirang nan panjang itu bersliweran ke sana kemari.

Aku semakin gencar menggenjot, kurasakan aku cepat klimaks karena saking bernafsu. Kurasakan memekku terasa lebih ketat menjepit kontol itu, benturan dalam memekku terdalam itu membuatku sudah tidak tahan. Aku meremas sekuatnya di sprei sambil naik turun dengan nikmatnya

“Sayaaaang .. Tanteee ndak kuaaaaaaaaat “ seruku, aku benar benar tidak tahan, kurasakan tubuhku bergetar hebat, kakiku sampai merinding tak karuan.

Kontol itu keluar masuk memekku, aku menghujamkan berkali kali, kurasakan aku sudah mencapai puncak, kurasakan aku tegang bak patung dengan mata terpejam menikmati hujamanku.

“KOOOOOOOOOOOOONTOOOOOOOOOL “ teriakku keras pada suara yang kupaksakan keluar dan aku akhirnya lemas berkelojotan berdebam menindih Burhan, kurasakan dari dalam memekku mengalir cairan hangat membasahi kontol yang kujepit itu.

Burhan memekkku, buah dadaku menekan kuat ke dadanya, Burhan nakal memelukku sambil meremas bokongku sehingga kontolnya yang ngaceng itu membuatku tak karuan, sehingga membuatku cepat membuka mata.

“Sudaah aaaaaaaaaaaaah .. jangan remess .. Tante sedang nikmati orgasme, kontol “ rajukku pada tahan Burhan yang nakal itu.

Aku menghujani dengan ciuman di pipinya, kanan kiri, dengan mesra kucium keningnya, kemudian kupagut dengan lembut, Burhan menanggapi pagutanku yang lembut itu, aku menjadi serasa melayang, merasakan indahnya arti kawin antara kontol dan memek bagiku. Kontolku, sayaang .. kaulah yang akan selalu mengawini Juleha, ibu-ibu perumahan Land Mark Jakarta.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar